Epic
Ini baru film anak-anak yang bagus. Animasinya bagus, ceritanya bagus, pesan moralnya juga kuat. ^_^ Intinya adalah peperangan antara kebaikan dan kejahatan. Pihak yang baik diwakili oleh para pelindung hutan, the leafmen. Sementara pihak yang jahat adalah the boggans, panah mereka dengan cepat mematikan segala bentuk kehidupan. The boggans ingin merusak hutan, sementara the leafmen ingin menjaga hutan.
Di antara dua kepentingan tersebut–keduanya adalah jenis makhluk yang sangat kecil–berdirilah manusia dengan berbagai masalahnya. Manusia di film ini diwakili oleh Mary Katherine alias MK dan ayahnya, Profesor Bomba. MK baru saja kehilangan ibunya dan akhirnya kembali tinggal dengan ayahnya di tengah hutan. Ayahnya ini sedang meneliti hutan dan–ia yakin ada–orang-orang kecil di dalam hutan. MK tentu tidak percaya. Sampai akhirnya ketika jalan-jalan di hutan, ia mendapati sang Ratu hutan yang sekarat terkena panah the boggans.
Ratu Tara sebenarnya sedang memilih keturunan untuk menjadi ratu selanjutnya. Ia memilih kuncup teratai yang terkecil, yang harus mekar di saat bulan purnama. Ketika terkena panah, ia menyerahkan kewajiban untuk membawa bunga teratai itu kepada MK, yang kemudian menyusut menjadi kecil. MK harus membawa teratai itu ke Nim Galuu, sejenis cacing yang bertugas menyimpan gulungan informasi mengenai apapun di dunia mereka, termasuk bagaimana memekarkan kuncup tulip dan bagaimana menjadikan MK ke bentuknya semula.
Namun sebelum bulan purnama, terjadi beberapa kejadian. Pertama, MK jatuh cinta dengan seorang leafmen muda yang masih mencari jati diri, Nod. Kedua, kuncup tulip berhasil dibawa kabur Mandrake, raja the Boggans, yang ingin membuat kuncup tersebut mekar dalam kegelapan agar menjadi seperti the Boggans. Untuk mengembalikan kuncup tersebut, mereka harus berupaya keras: MK, Nod, Ronin (komandan pasukan leafman), juga Mub dan Grup (satunya siput, satunya keong, nggak jelas apa bedanya….). Mereka harus masuk ke markas the boggans.
Pun, ketika berhasil dibawa kembali, the boggans tidak berhenti. Mereka menutupi bulan purnama sehingga cahayanya tertutupi dan kuncup teratai itu nyaris mekar dalam kegelapan. Tiba-tiba MK teringat akan ayahnya yang menyimpan suara untuk menarik minat kelelawar–kendaraan the boggans adalah hewan malam ini. Meski sedang dalam kondisi superkecil, MK berhasil mengajak ayahnya ke hutan dan membunyikan suara tersebut sehingga ayahnyalah yang dikerubuti oleh kelelawar sementara sinar bulan bisa jatuh tepat ketika kuncup teratai itu mekar.
Si teratai ternyata memilih seorang anak kecil untuk menjadi ratu berikutnya. Tapi kalau dilihat dari awal cerita, memang anak kecil itu adalah penggemar Ratu Tara dan bercita-cita menjadi ratu. Ia pernah menolong Ratu Tara, dan sebaliknya. Jadi, kenapa harus lewat kuncup teratai, ya? Kenapa Ratu Tara nggak langsung memilih saja?
Jadi, jangan menganggap sesuatu yang tidak terlihat itu tidak ada, ya…. ^_^ *pesan moral*
Rantau 1 Muara
Buku pertama, bikin ketawa-ketawa. Cerita para sahibul menara di pesantren yang penuh suka dan duka. Banyak cerita lucu yang mengharukan, nasib anak-anak yang jauh dari orangtua mereka. Buku kedua, penuh air mata. Sepertinya sekumpulan kesedihan dihadirkan di buku itu. Saya tidak ingat persis apa saja dukanya, yang jelas salah satunya adalah kepergian ayah Alif. Dan tisu yang basah oleh air mata pun banyak melayang ke tong sampah. Nah, buku yang ketiga ini…..
Dari segi cerita sih nggak ada masalah. Ceritanya Alif sudah cukup sukses mendapat beasiswa ke luar negeri. Sudah juga menyelesaikan sarjananya. Tapi ketika datang krismon, dia menghadapi masalah juga. Koran tempatnya menjadi penulis lepas memangkas pengeluaran dari luar redaksi. Alif pun harus mencari kerja. Sebelum mendapat pekerjaan, Alif sempat juga berutang ke kartu kredit dan–ketika kesulitan membayar–berhadapan dengan debt collector.
Lalu dia bekerja di Majalah Derap, di sinilah bertemu sang belahan jiwa. Sejak di Derap, mereka bahu membahu dalam segala hal, termasuk mempersiapkan Alif untuk wawancara demi mendapatkan beasiswa yang diinginkan. Sesampainya di Amerika, ternyata Alif merindukan Dinara, temannya itu. Lalu dari jarak jauh mereka memutuskan untuk menikah. Baca selebihnya »
Conspirata
Dari judulnya saja sudah terbayang, dong: konspirasi. Kalau buku sebelumnya menceritakan bagaimana CIcero meraih jabatan Konsul Roma, di buku ini ceritanya tentang masa kekonsulannya dan ketika Cicero dicampakkan dari Roma karena konspirasi perubahan undang-undang yang menyatakan bahwa hal-hal yang dilakukannya ketika menjadi Konsul adalah salah.
Konspirasi ini dilakukan oleh orang-orang yang dulunya berteman baik maupun sudah bermusuhan dengannya. Jadi, dalam politik sepertinya memang tidak ada teman baik yang abadi. Hehehe… Di antara orang-orang itu adalah Julius Caesar–kalau yang ini sejak dulu memang sudah mencurigakan dan berperilaku seperti penjudi: ketika kalah, ia akan menggandakan taruhannya. Dia memang menawarkan jabatan dan kekebalan hukum bagi Cicero ketika ia dijatuhkan, tetapi tawaran itu sebenarnya hanya salah satu cara untuk membuat Cicero takluk di bawah kekuasanannya. Hal ini sudah diinginkan Caesar sejak lama, tetapi Cicero berhasil bertahan. Baca selebihnya »
Last Minute in Manhattan
Buku ini terpilih karena ceritanya yang ringan, mungkin cenderung menye-menye, untuk mengimbangi mood yang sedang berantakan. Untungnya, cukup membantu! ^_^
Adalah Callysta, seorang anak dari keluarga yang ‘berantakan’, menghadapi pernikahan kedua ayahnya. Ibu tirinya adalah orang bule dan memiliki satu anak. Ajaibnya, Callysta tidak menemui kesulitan untuk berakrab-ria dengan keluarga barunya. Bahkan, sebagai pelipur lara dari perselingkuhan pacarnya, ia tinggal bersama ibu dan adik tirinya itu di Manhattan–meninggalkan ayahnya yang masih bekerja di Indonesia.
Di sana ia bertemu dengan sahabat Mark, adik tirinya itu. Namanya Vesper. Lalu, biasalah… Pacaran. Dengan segala intrik dan kerumitannya: pacar lama yang kembali menemui, meminta balik, padahal masih menduakan dengan gadis lain–plus terakhir ternyata pacarnya hamil dan diaborsi; cewek-cewek yang naksir berat dengan Vesper–yang meski diabaikan tetap saja maju terus pantang mundur; kesalahpahaman dengan beberapa kejadian yang sentimentil–seperti kehilangan topi rajutan yang dibuat oleh mendiang nenek Callysta… Baca selebihnya »
Star Trek Into Darkness
Rasanya selalu ada nilai moral yang disampaikan melalui setiap film Star Trek. Saya mungkin tidak ingat lagi detailnya, tapi setidaknya saya dibesarkan dengan nilai-nilai itu: seorang pemimpin harus mendahulukan anggotanya dan sebuah tim adalah keluarga. Dengan demikian, seperti layaknya keluarga, mereka harus saling menolong. Dan ketika keadaan darurat, seorang pemimpin akan mendahulukan keselamatan anak buahnya daripada keselamatan dirinya sendiri.
Hiks! Di mana mencari pemimpin seperti itu sekarang, ya? Atau, pertanyaan saya harusnya lebih jauh lagi, masihkah ada penanaman nilai-nilai kepemimpinan seperti itu kepada generasi masa kini? Atau mereka dibiarkan belajar langsung dari pemimpin-pemimpin ‘nggak genah’ yang sekarang cenderung terpublikasi?
Cerita dimulai ketika awak Enterprise sebuah masyarakat yang peradabannya masih sangat sederhana. Mereka mencoba menyelamatkan komunitas tersebut dari gunung api yang akan meletus dan menghancurkan seluruh kebudayaan mereka. Caranya dengan menurunkan Perwira Utama Spock ke dalam kawah untuk menetralisir magma yang sedang bergejolak. Sayang, kejadiannya tidak semulus itu. Tali penghubung Spock ke kapal pembawanya putus sehingga ia terdampar di tengah-tengah magma panas. Untung dia mendarat di bebatuan yang mengapung-apung. Sementara Enterprise sendiri bersembunyi di bawah laut dan dengan demikian tidak bisa mentransfer Spock. Karenanya pesawat harus dibawa keluar, tepat ke atas gunung berapi. Dalam posisi itulah Spock berhasil ditransfer masuk ke dalam pesawat. Baca selebihnya »
Jack Reacher
Pembunuhan lawan bisnis yang ditutupi dengan empat pembunuhan lainnya di tempat umum, dilakukan oleh penembak jitu dari jarak jauh, dan kesalahannya ditimpakan kepada orang lain yang pernah membunuh beberapa orang sekaligus. Untuk mengusut kejadian ini, si tersangka meminta bantuan orang yang sudah sangat dikenalnya, orang yang menyelesaikan kasusnya dulu: Jack Reacher, yang diperankan oleh Tom Cruise.
Nah, ceritanya memang cuma sesederhana itu, yang bisa ditangkap dari film ini. Mungkin di bukunya lebih menarik lagi. Satu-satunya daya tarik film ini adalah Tom Cruise itu sendiri. Seperti biasa, memerankan jagoan yang tahu segalanya, jago menganalisis situasi, pandai berkelahi, dan sebagainya. Tadinya, Jack juga berpikir bahwa pembunuhnya adalah si tertuduh, justru pengacaranyalah yang tidak yakin bahwa si tertuduh itu benar-benar membunuh sekeji itu, meskipun ia memang pernah melakukan hal serupa. Baca selebihnya »
Titik Nol
Sudah sejak lama saya ingin membaca novelnya: Garis Batas dan Selimut Debu. Tapi saya selalu ragu. Karena meskipun senang melakukan perjalanan, dari sinopsis kedua buku tersebut rasanya cerita itu bukan jenis perjalanan yang saya sukai. Tapi seperti kata pepatah, kalau jodoh tak akan kemana. Di suatu deadline buku, salah satu bos penerbit besar itu justru memberikan buku ini buat saya: Titik Nol. Karena sudah punya, tidak ada alasan lagi untuk tida menghabiskannya, kan?
Seperti yang sudah saya duga, perjalanan yang dilakukan Agustin bukanlah jenis perjalanan yang saya sukai. Atau, setidaknya bukan perjalanan yang saya rasa mampu saya jalani. Membayangkan bagaimana dia menempuh perjalanan dengan kereta api bersama orang yang meludah sembarangan, tidur di sembarang tempat dengan serangga-serangga berkeliaran, tidak mandi berhari-hari bahkan berbulan-bulan, juga merasakan kedinginan dan kepanasan yang amat sangat, rasanya sih saya nggak akan sanggup. Saya sungguh sangat mengagumi kemampuan Agustin menjalani itu semua. Hebat! Baca selebihnya »
Iron Man 3
Tony Stark kembali dengan narsisnya. ^_^ Tapi saya setuju dengan pendapat bahwa film ini lebih merupakan kelanjutan The Avenger daripada Iron Man 2.
Setelah berurusan dengan lubang hitam di langit yang membawa pasukan Loki, Stark sepertinya trauma. Dia selalu bermimpi buruk dan tidak bisa tidur. Dalam kondisi itulah dia mengotak-atik baju besinya dan menghasilkan beberapa versi Iron Man–tentunya dengan bantuan Jarvis yang memang tidak butuh tidur.
Ketika itu dunia sedang heboh dengan rangkaian ledakan bom yang ditengarai dilakukan oleh teroris bernama Mandarin. Dan, ketika kepala keamanannya menjadi salah satu korban, Stark sesumbar dan menantang Mandarin untuk berhadapan dengannya. Tantangan itu dijawab dengan meledakkan rumah Stark di pinggir pantai hingga hancur berantakan. Pepper, pacar Stark yang juga memimpin Stark Industries, selamat. Sementara Stark, yang berada di dalam Iron Man, terdampar di Tennessee. Mengapa kota itu? Tidak lain karena kota itulah yang berada terakhir kalinya di pengaturan Jarvis, ketika Stark ingin menyelidiki Mandarin. Baca selebihnya »
Gundala Gawat
Rasanya sudah hampir dua tahun saya tidak menonton teater, apalagi tertawa puas dengan guyonannya Gandrik. Jadi, meskipun sekarang harga tiketnya naik berkali-kali lipat, saya rasa itu harga yang pantas dibayar. Siapa lagi yang mau menghargai karya bangsa sendiri kalau bukan kita?
Gundala adalah Flash-nya Indonesia, komik superhero yang dibuat pada masa saya masih kecil. Sayangnya, karena dari dulu bukan pembaca komik, saya tidak mengenal secara langsung bagaimana kiprah jagoan ini. Saya tidak bisa bilang menyukai atau tidak menyukai tokoh ini. Jadi, ketika menonton teaternya, saya tidak punya memori apapun yang bisa memengaruhi penilaian saya terhadap Gundala Gawat-nya Gandrik. Saya hanya tertawa puas melihat bagaimana para aktor itu berimprovisasi dan memasukkan humor–ada juga yang menganggapnya sebagai sindiran–terhadap keadaan saat ini. Apalagi, karena salah satu pemainnya juga bernama Soesilo… ^_^ Baca selebihnya »
Habibie dan Ainun
Nah, ini baru film yang nggak ‘kentang’. Bukan cuma berhasil membawa emosi penonton–di bagian Ainun meninggal dunia saya yakin banyak penonton yang berurai air mata–tetapi setting-nya juga bagus. Apalagi Reza Rahardian sangat mirip memerankan Habibie. Bukan cuma gaya bicaranya saja, tetapi juga cara berjalan dan mimik wajah. Sebaliknya, Bunga Citra Lestari agak kurang anggun untuk seorang Ainun. Tapi, dia berhasil membawakan lagu Cinta Sejati dengan bagus, kok…
Ceritanya, apalagi kalau bukan mengenai Habibie dan Ainun. Dimulai dari masa sekolah dulu, sampai akhirnya Ainun meninggal dunia. Sebenarnya tidak ada yang baru, karena rasanya semua orang pun sudah tahu bagaimana mereka berdua adalah pasangan yang mesra dan langgeng. Ironis, bahwa seorang dokter ternyata tidak memedulikan kesehatannya sendiri, sehingga kondisi kesehatannya menjadi begitu buruk. Baca selebihnya »